PEMBERITAHUAN :

NEWS ! : Kini Poskicau.com jg melayani jual/beli Tanaman Hias/BONSAI

Iklan Banner Premium

Iklan Banner  Premium
F.Purwo 08813347987-081234299266
"Terima kasih sudah berkunjung.. "

Sunday, November 14, 2010

Referensi Asal Murai dari Ciri ekor

Sekedar buat bahan referensi saya tuangkan kembali thread yang pernah dibahas di http://www.kicaumania.org/forums/sho...ht=gambar+ekor


Originally Posted by mb@ceh
SALAM KICAU BROO

ane bikin ilustrasi ekor mb..mhon komentar ya brooo

Gambar 1:


Gambar 2:




Gambar 3:



Gambar 4:




Gambar 5:


juragan km mhon tambahan ilmunya dong mengenai jenis/asal MB klo kita lihat berdasarkan corak ekor...ane coba buat 5 ilustrasi yg mana warna ekor bagian putihnya 5 macam corak....(panjang ekor relatif bisa panjang sedang atau pendek)

klo ane tanya di ps burung..
gambar 1. dengan warna strip hitam separuh putih kanan kiri ....... katanya medan atau murai asal daerah sumatera

gambar 2 dengan strip separuh hitam putih atas bawah...ada yg bilang asal dari acek/sumatera..ada yg bilang juga medan

gambar 3 dengan semburat hitam di bulu putihhh.....ada yg bilang kalimantan, lampung dan daerah sarawak

gambar 4 dengan putih polos.....ada yg bilang kalimantan/borneo

gabar 5 dengan ekor hitam semua...ada yg bilang acehh/nias

nahhh ini yg membuat pemula MB suka tertipu dalam membeli, yg ada katanya pedangan asal ini, atau itu..

mungkin para senior punya pengalaman banyak tentang ciri2 MB ini..mohon tambahan ilmunya gannn
tks salam cuitttttttt
Sumber dari :
http://kicaumania.org/forums/showthread.php?t=36673&page=2
=================================================================================
Saya punya nih MB dengan ciri ekor seperti gb.2 seperti diatas. Ini fotonya (klik foto untuk memperbesar gambar) : SOLD OUT
Tampak dari bawah 1

Tampak dari bawah 2

 
Tampak dari depan
Tampak dari depan

Kondisi Burung : masih muda, mulus dan sehat terawat. 
Sudah rajin bunyi, volume kencang dan ngotot!
Makan : Pur, jangkrik, ulat kandang, kroto
Body: kecil kenceng
Ring: MTS 60  
SOLD OUT
 
==================================================================================

Ada lagi nih MB dengan ciri2 ekor seperti diatas : (Klik foto untuk memperbesar).

Tampak bawah


Umur : sekitar 2 tahun lebih (sdh nyisik)
Kondisi : Lg ganti bulu, bulu ekor sudah mulai tumbuh
Makan : Pur, jangkrik, ulat kandang, kroto
Body: Besar Panjang
08813347987


==================================================================================

MB Lampung



Kondisi Burung : masih muda, kaki hitam, mulus dan sehat terawat. 
Sudah rajin bunyi ngeplong
Makan : Pur, jangkrik, ulat kandang, kroto
Body: besar panjang
08813347987 
==================================================================================
Description: Referensi Asal Murai dari Ciri ekor Rating: 4.5 Reviewer: Jasa Penerjemah Manual - ItemReviewed: Referensi Asal Murai dari Ciri ekor

Saturday, November 13, 2010

Koleksi Ciblek

Di Jual :
1. Ciblek / Prenjak dada putih, vol.kristal, gacor : 300rb.
SOLD OUT
 http://www.youtube.com/watch?v=5VDxint2rLo 

2. Ciblek / Prenjak dada putih, siap di trek dimana saja: 450rb (muda). SOLD

3. CIBLEK PRESTASI FOR SALE 
atau Barter Murai Medan/Aceh ekor PANJANG min 23cm.
PRICE: 3,5 JT IDR

(maaf foto saya pasang nanti malam yaa. thanks) atau bisa di lihat di sini:
http://jakartacity.olx.co.id/item_page.php?Id=141031117&g=6

KONCER DI LAPANGAN 20X LEBIH.
PIAGAM YANG ADA 12 LEMBAR (lainnya hilang).

KONDISI: MULUS, FIT SIAP KONTES, SIAP DI TES/DI ADU
Video CIBLEK : http://www.youtube.com/watch?v=AzMm4Blzlgo


LOKASI: JAWA TIMUR
Silahkan langsung pantau dirumah - alamat lengkap akan saya kirimkan via SMS.
PHONE/SMS: 08813347987
    Description: Koleksi Ciblek Rating: 4.5 Reviewer: Jasa Penerjemah Manual - ItemReviewed: Koleksi Ciblek

Terima kasih iklan anda sudah terpasang

Terima kasih, iklan anda sudah terpasang LIHAT IKLAN Anda disini Description: Terima kasih iklan anda sudah terpasang Rating: 4.5 Reviewer: Jasa Penerjemah Manual - ItemReviewed: Terima kasih iklan anda sudah terpasang

Pasang Iklan Jual-Beli-Barter-Lelang Burung Kicau






*

*

*

*
*
contact form faq verification image
Email forms generated by 123ContactForm
Description: Pasang Iklan Jual-Beli-Barter-Lelang Burung Kicau Rating: 4.5 Reviewer: Jasa Penerjemah Manual - ItemReviewed: Pasang Iklan Jual-Beli-Barter-Lelang Burung Kicau

Thursday, November 11, 2010

MURAI BATU




BURUNG MURAI BATU
Scientific classification
Kingdom:
Animalia
Phylum:
Chordata
Class:
Aves
Order:
Passeriformes
Family:
Muscicapidae
Genus:
Copsychus
Species:
C. malabaricus
Binomial name
Copsychus malabaricus
Synonyms
Kittacincla macrura
Cittocincla macrura
REFERENSI

  • planet burung




  • omkicau.com




  • kicaumania.org




  • smartmastering.com




  • burung.org




  • wikipedia.org



  • Umum
    Burung murai batu (Copychus malabaricus) adalah anggota keluarga Turdidae. Burung keluarga Turdidae dikenal memiliki kemampuan berkicau yang baik dengan suara merdu, bermelodi, dan sangat bervariasi. Ketenaran burung murai batu bukan hanya sekedar dari suaranya yang merdu, namum juga gaya bertarungnya yang sangat aktraktif.
    +Habitat

    Jenis-jenis murai batu yang dikenal di Indonesia adalah sebagai berikut:
    • Murai batu medan, Bukit Lawang, Bohorok, kaki G Leuser wilayah Sumatra Utara. Panjang ekor 27 – 30 cm.
    • Murai Aceh, di kaki G Leuser wilayah Aceh. Panjang ekor 25 – 30 cm.
    • Murai batu Nias, panjang ekor 20 – 25 cm. Ekor keseluruhan berwarna hitam.
    • Murai Jambi, hidup di Bengkulu, Sumatra Selatan, Jambi.
    • Murai batu Lampung, hidup di Krakatau, Lampung. Ukuran tubuh lebih besar dari Murai Medan. Panjang ekor 15 – 20 cm.
    • Murai Banjar (Borneo), jenis ini paling populer di Kalimantan, karena sering merajai berbagai lomba di Kalimantan. Penyebaran di Kalimantan Timur dan Kalimantan Selatan. Panjang ekor 10 – 12 cm.
    • Murai Palangka (Borneo), panjang ekor 15 – 18 cm. Hidup di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat.
    • Larwo (Murai Jawa), hidup di Jawa Tengah dan Jawa Barat. Tubuh jauh lebih kecil dari murai medan. Jenis ini sudah sangat langka ditemukan. Panjang ekor 8 – 10 cm.
    Selain dari 8 sub-spesies murai batu di atas, masih ada murai batu yang berasal dari negeri tetangga, yaitu :
    1. Murai batu Malaysia, wilayah Penang. Ekor tipis dan panjang sekitar 30 – 33 cm dan postur tubuh lebih besar dari murai medan.
    2. Murai batu Thailand, hidup di perbatasan Thailand dan Malaysia, tubuh lebih besar dari murai medan, panjang ekor 32 – 35 cm dan warna hitam mengkilat indigo (kebiru-biruan).
    3. Murai batu Philippine, wilayah Luzon dan Catanduanes. Jenis ini lebih tepat disebut murai hias, karena memiliki warna tubuh yang sangat indah.
    Murai batu serta kerabatnya dikelompokkan dalam beberapa species, sebagai berikut:
    Description: MURAI BATU Rating: 4.5 Reviewer: Jasa Penerjemah Manual - ItemReviewed: MURAI BATU

    Prenjak Jawa / Ciblek

    Perenjak jawa atau yang juga dikenal dengan nama ciblek adalah sejenis burung pengicau dari suku Cisticolidae (pada banyak buku masih dimasukkan ke dalam suku Sylviidae). Dalam bahasa Inggris burung ini dikenal sebagai bar-winged Prinia, merujuk pada dua garis putih pada setiap sayapnya. Nama ilmiahnya adalah Prinia familiaris Horsfield, 1821.


    Perenjak jawa yang masih muda
    Perenjak jawa yang masih muda
    Klasifikasi ilmiah
    Kerajaan: Animalia
    Filum: Chordata
    Kelas: Aves
    Ordo: Passeriformes
    Famili: Cisticolidae
    Genus: Prinia
    Spesies: P. familiaris
    Nama binomial
    Prinia familiaris
    Horsfield, 1821

    Morfologi

    Burung kecil ramping, dengan panjang total (diukur dari ujung paruh hingga ujung ekor) sekitar 13 cm. Hampir seluruh sisi atas badan berwarna coklat hijau-zaitun. Tenggorokan dan dada putih, perut dan pantat kekuningan. Sisi dada dan paha keabu-abuan. Ciri khas: sayap dengan dua garis putih, serta ekor panjang dengan ujung berwarna hitam dan putih.
    Paruh panjang runcing, sebelah atas berwarna kehitaman dan sebelah bawah kekuningan. Kaki langsing dan rapuh berwarna coklat kemerahan atau merah jambu.

    Kebiasaan dan Penyebaran

    Burung yang ramai dan lincah, yang sering ditemui di tempat terbuka atau daerah bersemak di taman, pekarangan, tepi sawah, hutan sekunder, hingga ke hutan bakau. Juga kerap teramati di perkebunan teh. Dua atau tiga ekor, atau lebih, kerap terlihat berkejaran sementara mencari makanan di antara semak-semak, sambil berbunyi-bunyi keras cwuit-cwuit-cwuit.. ciblek-ciblek-ciblek-ciblek.. ! Ekor yang tipis digerakkan ke atas saat berkicau.
    Mencari mangsanya yang berupa aneka serangga dan ulat, perenjak jawa berburu mulai dari permukaan tanah hingga tajuk pepohonan. Burung ini membuat sarangnya di rerumputan atau semak-semak hingga ketinggian sekitar 1,5 m di atas tanah. Sarang berbentuk bola kecil dianyam dari rerumputan dan serat tumbuhan.
    Perenjak jawa adalah burung endemik (menyebar terbatas) di wilayah Sumatra, Jawa dan Bali. Di Sumatra tidak jarang sampai ketinggian 900 m dpl, sedangkan di Jawa dan Bali umum sampai ketinggian 1.500 m dpl.

    Ancaman dan Konservasi

    Sebelum tahun 1990-an, burung ini boleh dibilang tidak memiliki nilai ekonomi, sehingga banyak dibiarkan bebas dan meliar seperti halnya burung gereja dan burung pipit. Sifatnya yang mudah beradaptasi dan tidak takut pada manusia menyebabkan populasi burung ini cukup tinggi pada wilayah-wilayah yang sesuai.
    Setelah tahun-tahun itu, burung ini mulai banyak diburu orang untuk diperdagangkan terutama di Jawa. Apalagi burung ini mudah dijumpai di wilayah perkebunan dan memiliki keistimewaan mudah jinak. Sifat jinaknya membuat ia mudah ditangkap dengan cara dipikat yaitu memakai bantuan cermin di dalam sangkar. Burung yang tertarik dengan bayangannya sendiri akan terjebak di dalam sangkar.
    Cara lain adalah dengan memasang jerat atau rajut di sekitar sarangnya, atau dengan perangkap getah (pulut) pada tempat-tempat tidurnya di waktu malam. Para penangkap burung yang terampil, bahkan, kerap hanya bermodalkan senter, kehati-hatian dan kecepatan tangan menangkap burung yang tidur di malam hari.
    Sayang sekali burung ini mudah stres dan mati dalam pemeliharaan, terutama apabila yang ditangkap adalah burung dewasa. Belum lagi jika pemeliharanya tidak berpengalaman. Namun ini agaknya tidak menyurutkan minat para penangkap burung untuk terus memburunya. Sampai sekarang, burung ini belum berhasil dibiakkan dalam tangkaran. Para penggemar burung masih bergantung pada tangkapan dari alam.
    Eksploitasi yang berlebihan ini segera terlihat akibatnya. Di wilayah-wilayah tertentu seperti di pinggiran Jakarta dan Bogor, kini seolah ‘kehabisan stok’ padahal sebelum tahun 90-an burung ini masih melimpah. Perenjak jawa semakin jarang terlihat di taman-taman, dan hadir terbatas di tempat-tempat tertentu yang masih dekat hutan.
    Dalam pemeliharaan biasanya burung ini sering diberi makanan berupa kroto (tempayak dan anak semut rangrang), ulat hongkong, serta pelet (voer).

    Pembedaan kelamin

    Jantan dibedakan dari betina dengan ukuran tubuhnya yang lebih besar dan aktif berkicau. Ekor lebih panjang dan warna sayap yang lebih gelap.
    Perenjak Rawa

    Status konservasi

    Risiko rendah
    Klasifikasi ilmiah
    Kerajaan: Animalia
    Filum: Chordata
    Kelas: Aves
    Ordo: Passeriformes
    Famili: Cisticolidae
    Genus: Prinia
    Spesies: P. flaviventris
    Nama binomial
    Prinia flaviventris
    Delessert, 1840
    Sumber: http://richmountain.wordpress.com Description: Prenjak Jawa / Ciblek Rating: 4.5 Reviewer: Jasa Penerjemah Manual - ItemReviewed: Prenjak Jawa / Ciblek

    Burung Pleci / Kacamata Biasa

    Kacamata biasa
    Status konservasi

    Risiko rendah [1]
    Klasifikasi ilmiah
    Kerajaan: Animalia
    Filum: Chordata
    Kelas: Aves
    Ordo: Passeriformes
    Famili: Zosteropidae
    Genus: Zosterops
    Spesies: Z. palpebrosus
    Nama binomial
    Zosterops palpebrosus
    (Temminck, 1824
    Kacamata biasa (Zosterops palpebrosus) adalah nama sejenis burung kecil dari suku Zosteropidae, bangsa Passeriformes (burung petengger). Burung ini merupakan penetap di hutan-hutan terbuka di kawasan Asia tropis, mulai dari India ke timur hingga Cina dan Indonesia. Dalam bahasa Inggris dikenal sebagai Oriental White-eye.

    Pengenalan

    Burung kecil yang lincah, dengan panjang tubuh (dari ujung paruh hingga ujung ekor) sekitar 10–11 cm. Sisi atas tubuh tertutup bulu-bulu kehijauan atau hijau kekuningan (hijau zaitun), sedangkan sisi bawahnya sedikit bervariasi bergantung rasnya, kecuali leher dan dadanya yang berwarna kuning terang. Sayapnya membundar dan kaki-kakinya kuat.
    Nama-namanya (“kacamata”, white-eye) merujuk pada lingkaran bulu-bulu kecil berwarna putih di sekeliling matanya. Nama marganya berasal dari kata Yunani zosterops, yang berarti ”sabuk mata”.
    Gemar berkelompok, burung ini kerap membentuk gerombolan besar yang bergerak bersama di antara tajuk pepohonan; bahkan sering juga bercampur dengan spesies lain seperti burung sepah (Pericrocotus). Meskipun utamanya burung kacamata bersifat pemakan serangga, namun ia pun memakan nektar dan aneka jenis buah. Sembari mencari mangsanya di sela-sela dedaunan, burung ini terus bergerak dari satu ranting ke lain ranting, dan kemudian berpindah ke lain pohon yang berdekatan, sambil terus mengeluarkan suara berkeciap tinggi setiap beberapa saat sekali untuk berkomunikasi dengan anggota kelompok yang lainnya.
    Di Jawa, burung ini tercatat bertelur mulai dari Januari hingga Oktober. Telur berjumlah kurang lebih tiga (2–5) butir berwarna biru pucat, diletakkan pada sarang berupa cawan kecil yang khas bentuknya. Sarang ini terbuat dari akar-akaran, tangkai dan tulang daun, dan bahan-bahan tumbuhan lainnya, serta dihiasi dengan lumut. Sarang diletakkan di percabangan ranting atau rumpun bambu, sekitar 2–4 m di atas tanah.

    Ras dan penyebaran

    Ada banyak ras (anak jenis) dari Z. palpebrosus. Berikut ini uraian mengenai beberapa ras yang terdapat di Indonesia dan cirinya.
    • Z.p. auriventer di Sumatra, Kalimantan dan Asia Tenggara.
    • Z.p. buxtoni di Sumatra, Kalimantan, dan Jawa bagian barat. Mirip dengan kacamata gunung Zosterops montanus, sisi bawah tubuh berwarna abu-abu keputihan; perbedaannya buxtoni memiliki sebuah garis kuning membujur di tengah dada hingga perut, paha yang berwarna putih, dan iris mata kecoklatan (montanus, iris putih). Sangat mirip dengan kacamata belukar Zosterops everetti, yang perutnya lebih abu-abu dan pita kuning di dadanya lebih lebar.
    • Z.p. melanurus di Jawa dan Bali. Sisi bawah tubuh kuning seluruhnya. Sisi atas tubuh (termasuk tunggir) hijau zaitun, dengan bercak kuning di atas paruh. Mirip dengan kacamata laut Zosterops chloris yang bertubuh sedikit lebih besar dan memiliki kekang hitam gelap.
    • Z.p. unicus di Sumbawa dan Flores. Seperti melanurus, namun tunggirnya berwarna kuning.
    Sumber: http://richmountain.wordpress.com 

    ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++


      Galeri Pleci kacamata-ku

      PLECI KM 01 Koleksian Not For Sale

       Aku jg bisa nge-rock en roll

      Aku jg bisa teler seperti kamu AM

       
      selain njambul kayak Cak ijo n Branjangan
      Aku juga bisa nggebyok.. kalau diganggu hehe.. !

      Biar badanku kecil gini tapi aku berprestasi lho.. Sdh 9x aku koncer di lapangan.
      Udah malu ah.. masih kecil dan hijau.

      ==========================================================
      PLECI KM 02

      PLECI KM 03
       pendatang baru ...









      Description: Burung Pleci / Kacamata Biasa Rating: 4.5 Reviewer: Jasa Penerjemah Manual - ItemReviewed: Burung Pleci / Kacamata Biasa

      Wednesday, November 10, 2010

      Branjangan (Mirafra javanica)



      Branjangan (Mirafra javanica) is a bird of the nation Alaudidae passerines from the famous family can sing beautifully. In their ability to imitate other birds' voices and styles bertarungnya wing by increasing the mengepakan favorite people to maintain these birds.

      In the wild, often singing Branjangan over telephone wires or a rock or a tall tree tops and occasionally will sing with a pattern like a helicopter to show the territory or to attract females. Branjangan a paddy bird / fields that like to live in open grassy areas or bushes that are not too dense.

      In the past not many people know that a small bird with a dull coat has a beautiful voice and good at imitating other birds' voices, his intelligence in other birds imitating a voice booms into a variety.

      Branjangan treatment is relatively easy to make it increasingly hunted birds. Some even make pelomba bird bird bird is a must to master Lombanya birds.

      Along with the increasing number of people who keep these birds, the more so Branjangan chasing less and less visible presence. In the era before the 90's still a lot of birds in the markets we find Branjangan with features that currently favored, such as a large body, tuft and even we will easily get the chicks with a relatively affordable price.

      Along with the interest fans of racing birds chirp have this bird, but not accompanied by the presence of bird conservation is increasingly difficult to obtain. Currently Branjangan we meet in the market very few coming from the land of Java, with its famous branjangan good birds. However branjangan now available on the market come from many areas of Sumatra and Nusa Tenggara.

      In general branjangan birds coming from Central Java and Yogyakarta Wates hobiest preferred by Branjangan. Good mental, body big and loud volume and variety of diverse voices, as well as batik patterns or colors that are attractive, reddish or yellowish.
       
      http://bird-actualita.blogspot.com/2009/11/branjangan-mirafra-javanica.html Description: Branjangan (Mirafra javanica) Rating: 4.5 Reviewer: Jasa Penerjemah Manual - ItemReviewed: Branjangan (Mirafra javanica)

      BURUNG BRANJANGAN

      Burung Branjangan (Mirafra Javanica) adalah burung dari bangsa Passeriformes dari famili Alaudidae yang terkenal dapat bernyanyi dengan indahnya. Kepiawaiannya dalam meniru suara burung lain serta gaya bertarungnya dengan cara mengepakan sayap (ngeper) semakin menambah kesukaan orang untuk memelihara burung ini.

      Di alam bebas, Branjangan sering bernyanyi di atas kabel telpon atau batu atau pucuk pohon yang tinggi dan sesekali akan berkicau dengan pola seperti helikopter (hovering) untuk menunjukan daerah kekuasaan atau untuk menarik betinanya. Branjangan merupakan burung persawahan/ladang yang suka hidup di area terbuka berumput atau semak-semak yang tidak terlalu rimbun.
      Dahulu tidak banyak orang yang tahu bahwa burung kecil dengan bulu kusam ini mempunyai suara yang indah dan pandai meniru suara burung lain, kecerdasannya dalam memaster suara burung lain akan membuat suara kicauannya menjadi beragam, suara burung Prenjak, Ciblek, dan burung Gereja akan mudah diadopsi oleh Branjangan.

      Perawatan Branjangan yang relatif mudah membuat burung ini semakin diburu. Beberapa pelomba burung bahkan menjadikan burung ini menjadi burung “wajib” untuk master burung lombanya. Karakter suara Branjangan yang miji-miji akan memudahkan burung maskot mengadopsi suara Branjangan.
      Branjangan yang sudah dapat memaster burung prenjak, ciblek, gereja tarung, cucak jenggot, love bird dan burung lain dan bermental baik akan memiliki harga yang lumayan fantastis. Dengan hanya memiliki satu ekor burung, maka cukup untuk memiliki bermacam suara burung lain.

      Seiring dengan semakin banyaknya orang yang memelihara burung ini maka semakin banyak yang memburu Branjangan sehingga keberadaannya makin jarang terlihat. Pada era sebelum tahun 90-an masih banyak di pasar burung kita jumpai Branjangan dengan ciri-ciri yang saat ini disukai, seperti tubuh yang besar, berjambul dan bahkan kita akan dengan mudah mendapatkan piyikan dengan harga yang relatif terjangkau.

      Seiring dengan minat penggemar burung kicauan yang berlomba memiliki burung ini, namun tidak diiringi dengan konservasi maka keberadaan burung ini semakin sulit didapat. Saat ini Branjangan yang kita temui di pasaran sedikit sekali yang berasal dari tanah Jawa, yang terkenal dengan burung branjangannya yang baik. Namun saat ini branjangan yang ada di pasar banyak berasal dari daerah Nusa Tenggara maupun Sumatera.

      Menilik dari asal burung, bukan berarti burung yang berasal dari luar Jawa tidak baik, hanya saja burung yang berasal dari Jawa (khususnya Jawa Tengah daerah Wates, Petanahan dan Kali Ori) memang mempunyai ciri-ciri yang disukai oleh hobiest Branjangan. Mental yang baik, body yang besar dan volume suara yang keras dan variasi suara yang beragam, serta corak batik atau warna yang menarik, kemerahan atau kekuningan.

      Di Pulau Jawa sendiri, Branjangan dibagi dalam beberapa daerah penyebaran, seperti Jawa Tengah, Jawa Timur dan Jawa Barat.
      Untuk wilayah Jawa Barat maka yang menjadi maskot bagi penggila Branjangan adalah yang berasal dari daerah Sapan.
      Burung dari daerah Sapan terkenal dengan suaranya yang nyaring melengking dan kristal, jambul juga menjadi ciri khas burung ini. (jambul patent).

      Branjangan Sapan/ Jawa Barat

      Branjangan Sri Kayangan/Jawa Tengah
      Branjangan memiliki ciri fisik yang lebih besar dan memiliki warna dan pola batik yang lebih menarik.


      Branjangan Nusa Tenggara dan Sumbawa
      Branjangan dari daerah NTB saat ini relatif yang sering kita jumpai di pasar atau kios burung. Branjangan ini mempunyai corak warna bulu yang lebih pekat. Ukuran tubuhnya juga tidak sebesar jenis branjangan dari daerah lain, seukuran 10-12 cm. Beberapa hobbies mengatakan bahwa burung dari daerah NTB memiliki variasi suara yang variatif dan jika sudah jadi akan sangat rajin berkicau, namun dari sisi mental biasanya kurang baik. Di perlombaan sendiri jarang ditemukan burung dari daerah ini yang di pertandingkan. Ini disebabkan juga karena bentuk tubuh yang relatif kecil dan suara yang kurang memadai untuk “menutup” suara burung dari daerah lain.

      Sumber:
      http://galeri-burung.blogspot.com
      http://majalahburung.com
      Description: BURUNG BRANJANGAN Rating: 4.5 Reviewer: Jasa Penerjemah Manual - ItemReviewed: BURUNG BRANJANGAN